SMA Negeri 5 Bandung Menuju SBI
Oleh Adil Teguh Wijaya | Tajuk | dibaca 7494 kali
image post

Bukanlah perkara sederhana bagi SMA Negeri 5 Bandung ketika pada tahun 2007 ditunjuk menjadi R-SMA-BI (Rintisan SMA Bertaraf Internasional). Paradigma baru digulirkan dan dibentuk karena sekolah ini harus lebih dari Sekolah Standar Nasional, di bidang apapun dan memiliki daya saing global. Tentunya tak lepas dari tujuan utamanya, meningkatkan mutu pendidikan.

Perubahan visi dan misi dilakukan karena inilah awalnya sebuah perubahan. Sebagai R-SMA-BI, SMAN 5 Bandung memiliki
Visi: Sekolah bertaraf internasional  yang  berdaya saing tinggi, berpijak pada agama, budaya, dan iptek.
misi :
 * Membentuk watak dan kepribadian  siswa yang bermartabat dan berjiwa
   kebangsaan.
 * Mengembangkan potensi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
 * Mengembangkan pendidikan iptek, seni, dan budaya yang unggul.
 * Meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas sekolah sebagai pusat
    pengembangan  pendidikan berdasarkan standar nasional dan Internasional.
 * Memberdayakan peran serta stakeholders dalam penyelenggaraan pendidikan
    yang bermutu dan berdaya saing global berdasarkan  prinsip Manajemen
    Berbasis Sekolah (MBS).
Dalam realisasinya sekarang, salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan diterapkannya sistem manajemen mutu melalui ISO 9001-2008, maka dikeluarkanlah 5 kebijakan mutu, yaitu;
   * Meningkatkan mutu sumber daya
   * Meningkatkan mutu peserta didik
   * Meningkatkan mutu pelayanan
   * Meningkatkan mutu sistem manajemen sekolah.
   * Meningkatkan peran serta stakeholder.

Peningkatan mutu pelayanan sekolah pada siswa dan masyarakat diutamakan, diikuti dengan peningkatan sumber daya guru, sarana-prasarana, dan peningkatan manajemen sekolah. Dengan demikian keluhan dan kekurangan pengelolaan lembaga pendidikan ini dapat dikurangi dan segera di atasi. Asumsi ini akan meningkatkan kualitas pendidikan siswa baik akademik maupun non akademik.

Menuju SBI harus dijawab  dengan prestasi-prestasi baik siswa, guru, maupun lembaga. Untuk ajang internasional 2010 ini SMAN 5 Bandung meraih medali Emas dan Perak dari ICYS (International Conference of Young Scientists) dalam kategori Ilmu Komputer yang di raih Oleh Sonny Lazuardi dan Aria Danang Dewangga. Untuk Nasional SMAN 5 Bandung meraih juara 1 dalam National Schools Debating Championship 2010, Ministry Of National Education, dan beberapa kejuaran seni, budaya, serta olah raga.

Prestasi Guru
Pemberian penghargaan dari Toray Foundation sebagai juara pembuatan bahan ajar berbasis TIK pada pelajaran kimia untuk Bapak Asep Osad.
Drs. Sumantri, M.Pd sebagian guru mendapat kesempatan belajar keluar negeri di Cina dan Jepang.
Dra. Ida Yusridawati Yakaob diberikan piagam penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Wali Kota Bandung, sebagai guru SMA berprestasi  tingkat Kota Bandung.
Dra. Hj. Henny Warnika, M.Pd , Juara I PTK Guru tingkat Jawa Barat
sedangkan Kepala sekolah yaitu Drs. H. Jumdiat Marzuki, M.M. sebagai
Juara I Pemilihan Kepala SMA  Berprestasi Tingkat Kota Bandung dan Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010.

Kerjasama internasional seperti Student Exchange pendidikan dan budaya, MOU kerjasama peningkatan mutu pendidikan, Seminar dan studi banding dengan sekolah di luar negeri, seperti singapura, Malaysia, Australia, Turki, dan Amerika.

Beberapa kegiatan sekolah dan tuntutan sekolah tentang lingkungan adalah menjadikan SMAN 5 Bandung sebagai sekolah berbudaya lingkungan. Di mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, biopori dan sumur resapan. Sekolah menyediakan sarana dalam pemilahan sampah organik dan nonorganik, dilanjutkan dengan pengelolaan sampah baik organik untuk dijadikan kompos maupun nonorganik yang bisa didaur ulang. Untuk budaya ramah lingkungan sekolah mengadakan kegiatan Bike To Work dan Bike To School yang diikuti sebagian besar masyarakat SMAN 5 Bandung.

SMA Negeri 5 segera melangkah menuju Sekolah Bertaraf Internasional dengan penuh percaya diri. Gelar SMA Negeri 5 Bandung yang diberikan masyarakat sebagai sekolah Favorit merupakan bahan bakar sekaligus tantangan untuk langkah-langkah ke depan. Semua bergerak kearah yang lebih baik dengan lokomotif manajemen sekolah, sokongan komite sekolah serta orang tua siswa, dan masyarakat, menjadi sekolah bertaraf internasional segera terwujud.